SMPN 2 Duapitue

LABA-LABA







Labah-labah bukan termasuk serangga tetapi kelas Arachnida, yaitu sekelompok dengan caplak, tungau, dan kalajengking. Laba-labah termasuk ke dalam ordo Araneae. Semua labah-labah kecuali kelompok famili Symphytognathidae dan Uloboridae, mempunyai kelenjar venom yang digunakan untuk menundukkan mangsa. Ketika terancam, labah-labah seringkali melindungi dirinya dengan mengigit, dengan cara demikian ia mengeluarkan toksin ke kulit vertebrata. Pada kebanyakan kasus, venom menimbulkan reaksi lokal yang ringan dan tidak memerlukan perawatan medis. Labah-labah lainnya mempunyai potensi meracuni yang lebih hebat dan dapat menimbulkan reaksi serius pada korban atau kematian. Labah-labah kelompok ini di seluruh dunia hanya sekitar hanya 60 jenis yang dianggap berbahaya secara medis bagi manusia. Kebanyakan ditemukan di daerah subtropis dan tropis, beberapa spesies di antaranya menyebar ke daerah beiklim sedang, terutama pada daerah iklim seperti di daerah Timur tengah


Percunan oleh labah-labah disebut araneisma, berasal dari Araneae, yaitu kelompok ordo pada Arachnida, tempat laba-laba tergolong. Araneisma akibat gigitan laba-laba tertentu seringkali disebutkan di belakang nama genusnya, sebagai contoh atraksisma oleh labah-labah Atrax sp, cheiracanthisma oleh Cheiracanthium spp, latrodektisma oleh Latrodectus spp, phoneurtriisma oleh Phoneutria spp, dan tegenariisma oleh Tegenaria spp.
Labah-labah juga dapat membuat orang takut yang luar biasa, panik, atau histeria sehingga disebut arachnophobia, atau lebih spesifik disebut juga araneophobia.

Struktur Tubuh Labah-labah
Tubuh labah-labah terbagi dalam dua bagian, yaitu sefalotorakas (prosoma) yang merupakan gabungan antara torakas dan kepala di bagian depan dan belakang adalah abdomen ( ophistosoma). Di daerah sefalotorak terdapat khelisera, pedipalpi, mata dan tungkai Khelisera merupakan sepasang organ yang digunakan untuk menaklukkan mangsa atau menggigit sebagi bentuk pertahanan kalau terancam. Pada beberapa kelompok labah-labah alat ini digunakan sebagai alat menggali (pada kelompok labah-labah penjerat), untuk mengangkut mangsa dan membawa kantung telur pada beberapa labah-labah lainnya. Setiap khelisera terdiri atas bagian dasar yang kuat (paturon) dan bagian gigi taring yang dapat bergerak (fang). Fang ini terletak di dalam celah dan akan bergerak saat berfugsi. Di dekat bagian ujung setiap fang terdapat lubang halus tempat keluarnya venom, yang berasal dari kelenjar venom di bagian dasar kelisera. Mulut laba-laba terletak tepat di belakang kelisera. Sebagian besar laba-laba mempunyai 8 mata terletak di bagian depan sefalotoraks.

Struktur tubuh Laba-labah
Mata labah-labah berupa mata sederhana (ocelli) biasanya jumlahnya tiga atau empat pasang mata terletak pada bagian atas sefalotoraks tersusun dalam dua baris. Susunan mata pada sefalotoraks di setiap spesies konstan. Susunan mata ini digunakan sebagai formula untuk membedakan beberapa famili dan genus. Sebagai contoh beberapa spesies Loxosceles mempunyai enam pasang mata sederhana. Sepasang pedipalpi pada laba-laba terdiri atas enam ruas, dan muncul persis di belakang mulut. Struktur ini sangat peka terhadap rangsangan dari luar. Pada labah-labah pradewasa dan betina dewasa, pedipalpi menyerupai tungkai, sedangkan pada yang jantan merupakan modifikasi alat kopulasi. Labah-labah jantan dapat dikenali oleh adanya pembesaran daerah ujung pedipalpi, dan umumnya berukuran lebih kecil daripada yang betina.
Bagian tungkai labah-labah terdiri atas empat pasang yang masing-masing mempunyai tujuh ruas yaitu koksa, trokhanter, femur, patela, tibia, metatarsus, dan tarsus. Labah-labah yang berjalan di atas tanah dan benda lain tanpa membangun jaringan jebakan hanya mempunyai dua kuku tarsal pada masing-masing tungkai. Labah-labah pemburu mempunyai berkas rambut yang lebat (disebut skopulae) tepat di bawah kuku atau sepanjang bagian ventral tarsus dan metatarsus. Mereka ini membuat perlekatan fisik untuk memudahkan memanjat pada permukaan halus dan menangkap mangsa. Skopulae menonjol terutama pada Tarantula. Pada labah-labah pemintal mempunyai karakter tiga kuku tarsal. Kuku bagian tengah digunakan untuk memegang pintalan sutera yang tergantung. Cairan kelenjar sutera ini begitu keluar dari tabung pemintal dan terkontak udara, maka akan mengeras menjadi benang. Setiap labah-labah paling tidak membuat tiga macam benang untuk maksud yang berlain-lainan, seperti tali penarik tebal, jala halus, dan penutup-pelindung yang kuat. Benang ini elastis atau rekat dengan pola berupa tali jerat rumit. Bahkan dalam kopulasipun benang sutera memainkan peranan.
Di antara abdomen labah-labah terdapat pedisel yang sempit yang berhubungan dengan sefalotoraks. Pedisel ini membuat fleksibilitas gerakan anatara kedua bagian tubuh itu lebih baik. Abdomen pada labah-labah betina membulat besar, kadang-kadang terlihat labah-labah muda menempel pada tubuh betina, atau dia menjaga kantung telur. Jantan bisanya tidak memintal benang, kecuali pada beberapa kasus selama proses perkawinan.
Di bagian ujung abdomen terdapat spineret, tempat dikeluarkannya sutera yang berasal dari kelenjar sutera melalui spigot-spigot kecil. Kebanyakan labah-labah mempunyai tiga pasang spineret, yang ukuran dan panjangnya bervariasi, serta sangat berguna dalam menentukan karakter-karakter taksonomi.

Daur Hidup Labah-labah
Setelah fertilisasi (pembuahan), labah-labah betina menghasilkan kantung telur, yang ukuran dan bentuknya berbeda-beda tergantung spesies. Kantung telur umumnya terdiri atas kumpulan benang sutera yang membungkus telur. Beberapa spesies meninggalkan kantung ini di dekat habitatnya atau di dalam galian. Telur menetas di dalam kantung, dan labah labah muda berganti kulit sekali sebulum muncul. Labah-labah muda ini disebut spiderling atau nimfa, dan sudah mencari makanan sendiri. Nimfa ini adalah bentuk miniatur labah-labah dewasa, yang mempunyai spineret dan kelenjar racun yang sudah berfungsi. Nimfa mengalami molting 2-12 kali sebagai juvenil, tergantung jenis laba-labah, sebelum mencapai dewasa kelamin. Labah-labah ini bisa memencar dengan mengembangkan benang-benang suteranya dan terbawa angin.
Daur hidup pada kebanyakan labah-labah pemintal benang adalah kurang dari 12 bulan, tetapi pada labah-labah penggali tanah berekembang lebih lama dan tampaknya mempunyai daur hidup yang lebih lama (beberapa tahun).
Perkawinan labah-labah sangat menarik. Organ reproduksi pada yang jantan terletak di pedipalpi. Bila siap berkopulasi laba-laba jantan memintal jaring kecil dan menaruh setitik spermanya di situ atau di tanah atau beberapa tumpukan serasah. Setelah itu dia mengambil cairan tersebut dipindahkan ke dalam labu-labu kecil pada pedipalpinya. Setelah itu dia mengambil cairan tersebut dengan pedipalpi dan mencari betina, serta menyalurkannya kepada spermateka betina. Setelah betina dibuahi, jantan seringkali ditangkap dan dimakan oleh yang betina.

Banyak diantara kita sangat mengagumi cara laba-laba membuat sarangnya. Penghargaan ini sudah sepantasnya kita berikan kepadanya, sebab dalam banyak hal bila dibandingkan dengan binatang lainnya, laba-laba memiliki keistimewaan tersendiri. dalam pembahasan kita kali ini akan kita beberkan kenyataan tentang hal-hal yang menarik tentang seekor laba-laba.
Laba-laba terdapat dimana saja tanpa memandang iklim diwilayahnya. Laba-laba bisa hidup di atas air, di tanah, atau bahkan di dalam tanah sekalipun tergantung dari jenis laba-laba itu. Ukuran tubuh laba-laba berbeda-beda tiap jenisnya, berkisar dari tiga inchi sampai kepada jenis yang hampir tak terlihat alias sangat kecil. Ada laba-laba tertentu yang dapat hidup tanpa air sepanjang tahun. Salah satu jenis laba-laba, yaitu laba-laba raksasa yang disebut Tarantula, memakan burung dan dapat bertahan hidup hingga 15 tahun lamanya. Tetapi kebanyakan jenis laba-laba yang lain hanya bisa hidup selama satu tahun saja. Ada lagi hal yang juga penting untuk dikemukakan disini ialah bahwa laba-laba bukanlah termasuk di dalam kelompok serangga. Laba-laba itu termasuk ke dalam kelompok binatang yang disebut Arakhnida yang berbeda sama sekali dari kelompok serangga. Sebab laba-laba mempunyai delapan kaki, umumnya laba-laba mempunyai delapan mata, laba-laba tidak bersayap dan tubuh laba-laba hanya terdiri dari dua bagian saja.
Benang sutra yang dihasilkan oleh laba-laba berguna untuk membangun sarangnya yang dihasilkan dari bahan buatan sendiri. Bahan itu dikeluarkan dari kelenjar-kelenjar tertentu dari dalam bagian perutnya. Zat cair bakal benang sutra itu dibiarkan tembus keluar melalui lubang-lubang kecil dari alat penjalin benang yang terletak pada ujung perutnya. Benang-benang itu mula-mula keluar dengan berbentuk cairan, yang kemudian menjadi keras setelah terpapar dengan udara.
Ada terdapat banyak jenis benang sutra yang dapat dihasilkan oleh laba-laba. yaitu benang sutra yang mengandung sifat perekat yang berguna untuk menangkap mangsanya, Ada juga jenis benang sutra yang bersifat licin dan tidak mengandung bahan perekat yang berfungsi sebagai ruji-ruji bangunan sarang laba-laba itu dan ada juga benang sutra yang dihasilkan laba-laba yang berfungsi untuk membuat kepompong untuk telur-telur laba-laba, sebagian diantaranya bersifat halus dan lembut dan sebagian lagi berupa serta yang kuat dan alot.
Laba-laba membuat berbagai macam jaringan untuk sarangnnya. Bentuk jaringan yang bundar sepeti roda khusus dibuat untuk menangkap mangsa. Mula-mula dipasang jaringan benang yang kuat dengan pola segitiga tak beraturan pada bagian sebelah luar yang berfungsi sebagai pondasi dari sarang laba-laba itu. Setelah itu dibuatlah ruji-ruji pada pola roda jaringan itu, disusul oleh susunan jaringan spiral sebanyak tiga atau empat tingkat. Pada jaringan yang bermata rapat itulah yang mengandung perekat untuk menangkap mangsa.
Jenis jaring laba-laba yang lain adalah jenis jaring lembaran, karena modelnya yang berbentuk lembaran bangunan yang berbentuk rata, ada juga yang berbentuk cerobong atau kubah. Dalam jaring lembaran semacam itu laba-laba berjalan dengan punggungnya terbalik sambil melekat pada jaring sarangnya. 
Laba-laba rubah menggali terowongan di dalam tanah dan memasang benang sutra yang memanjang menelusuri terowongan untuk menangkap mangsa. Laba-laba penangkap membuat lubang mereka berbentuk seperti botol, pada ujungnya dibuat seperti pintu yang memiliki katup. 
Laba-laba air yang terdapat di Eropa membangun rumahnya jauh dibawah permukaan air. Laba-laba jenis ini mengisi sarangnya dengan udara yang diambil dan dibawa dari atas permukaan air, yang ditampung oleh bulu-bulu dibawah perutnya. Di dalam sarangnya itulah laba-laba meletakkan telur dan merawat anak-anaknya sampai mereka sanggup untuk membangun sarang mereka sendiri. tetapi tidak semua laba-laba mampu membuat sarang mereka dengan jaring. Ada jenis laba-laba yang membuat sarang dari gulungan daun atau hanya sekedar bersarang di celah-celah kayu.

Laba-laba(2)

Laba-laba, atau disebut juga labah-labah, adalah sejenis hewan berbuku-buku (artropoda) dengan dua segmen tubuh, empat pasang kaki, tak bersayap dan tak memiliki mulut pengunyah. Semua jenis laba-laba digolongkan ke dalam ordo Araneae; dan bersama dengan kalajengking, kutu, caplak dan kerabatnya --semuanya berkaki delapan-- dimasukkan ke dalam kelas Arachnida. Bidang studi mengenai laba-laba disebut arachnologi.
Laba-laba merupakan hewan pemangsa (karnivora), bahkan kadang-kadang kanibal. Mangsa utamanya adalah serangga. Hampir semua jenis laba-laba, dengan perkecualian sekitar 150 spesies dari suku Uloboridae dan Holarchaeidae, dan subordo Mesothelae, mampu menginjeksikan bisa melalui sepasang taringnya kepada musuh atau mangsanya. Meski demikian, dari puluhan ribu spesies yang ada, hanya sekitar 200 spesies yang gigitannya dapat membahayakan manusia.
Tidak semua laba-laba membuat jaring untuk menangkap mangsa, akan tetapi semuanya mampu menghasilkan benang sutera --yakni helaian serat protein yang tipis namun kuat-- dari kelenjar (disebut spinneret) yang terletak di bagian belakang tubuhnya. Serat sutera ini amat berguna untuk membantu pergerakan laba-laba, berayun dari satu tempat ke tempat lain, menjerat mangsa, membuat kantung telur, melindungi lubang sarang, dan lain-lain.

Morfologi

Anatomi laba-laba:
(1) empat pasang kaki
(2) cephalothorax
(3) opisthosoma
Tak seperti serangga yang memiliki tiga bagian tubuh, laba-laba hanya memiliki dua. Segmen bagian depan disebut cephalothorax atau prosoma, yang sebetulnya merupakan gabungan dari kepala dan dada (thorax). Sedangkan segmen bagian belakang disebut abdomen (perut) atau opisthosoma. Antara cephalothorax dan abdomen terdapat penghubung tipis yang dinamai pedicle atau pedicellus.
Pada cephalothorax melekat empat pasang kaki, dan satu sampai empat pasang mata. Selain sepasang rahang bertaring besar (disebut chelicera), terdapat pula sepasang atau beberapa alat bantu mulut serupa tangan yang disebut pedipalpus. Pada beberapa jenis laba-laba, pedipalpus pada hewan jantan dewasa membesar dan berubah fungsi sebagai alat bantu dalam perkawinan.
Laba-laba tidak memiliki mulut atau gigi untuk mengunyah. Sebagai gantinya, mulut laba-laba berupa alat pengisap untuk menyedot cairan tubuh mangsanya.

Pemangsaan

Kebanyakan laba-laba memang merupakan predator (pemangsa) penyergap, yang menunggu mangsa lewat di dekatnya sambil bersembunyi di balik daun, lapisan daun bunga, celah bebatuan, atau lubang di tanah yang ditutupi kamuflase. Beberapa jenis memiliki pola warna yang menyamarkan tubuhnya di atas tanah, batu atau pepagan pohon, sehingga tak perlu bersembunyi.
Laba-laba penenun (misalnya anggota suku Araneidae) membuat jaring-jaring sutera berbentuk kurang lebih bulat di udara, di antara dedaunan dan ranting-ranting, di muka rekahan batu, di sudut-sudut bangunan, di antara kawat telepon, dan lain-lain. Jaring ini bersifat lekat, untuk menangkap serangga terbang yang menjadi mangsanya. Begitu serangga terperangkap jaring, laba-laba segera mendekat dan menusukkan taringnya kepada mangsa untuk melumpuhkan dan sekaligus mengirimkan enzim pencerna ke dalam tubuh mangsanya.
Sedikit berbeda, laba-laba pemburu (seperti anggota suku Lycosidae) biasanya lebih aktif. Laba-laba jenis ini biasa menjelajahi pepohonan, sela-sela rumput, atau permukaan dinding berbatu untuk mencari mangsanya. Laba-laba ini dapat mengejar dan melompat untuk menerkam mangsanya.
Bisa yang disuntikkan laba-laba melalui taringnya biasanya sekaligus mencerna dan menghancurkan bagian dalam tubuh mangsa. Kemudian perlahan-lahan cairan tubuh beserta hancuran organ dalam itu dihisap oleh si pemangsa. Berjam-jam laba-laba menyedot cairan itu hingga bangkai mangsanya mengering. Laba-laba yang memiliki rahang (chelicera) kuat, bisa lebih cepat menghabiskan makanannya dengan cara merusak dan meremuk tubuh mangsa dengan rahang dan taringnya itu. Tinggal sisanya berupa bola-bola kecil yang merupakan remukan tubuh mangsa yang telah mengisut.
Beberapa laba-laba penenun memiliki kemampuan membungkus tubuh mangsanya dengan lilitan benang-benang sutera. Kemampuan ini sangat berguna terutama jika si mangsa memiliki alat pembela diri yang berbahaya, seperti lebah yang mempunyai sengat; atau jika laba-laba ingin menyimpan mangsanya beberapa waktu sambil menanti saat yang lebih disukai untuk menikmatinya belakangan.

Keragaman Jenis

Hingga sekarang, sekitar 40.000 spesies laba-laba telah dipertelakan, dan digolong-golongkan ke dalam 111 suku. Akan tetapi mengingat bahwa hewan ini begitu beragam, banyak di antaranya yang bertubuh amat kecil, seringkali tersembunyi di alam, dan bahkan banyak spesimen di museum yang belum terdeskripsi dengan baik, diyakini bahwa kemungkinan ragam jenis laba-laba seluruhnya dapat mencapai 200.000 spesies.
Ordo laba-laba ini selanjutnya terbagi atas tiga golongan besar pada aras subordo, yakni:
  • Mesothelae, yang merupakan laba-laba primitif tak berbisa, dengan ruas-ruas tubuh yang nampak jelas; memperlihatkan hubungan kekerabatan yang lebih dekat dengan leluhurnya yakni artropoda beruas-ruas.
  • Mygalomorphae atau Orthognatha, yalah kelompok laba-laba yang membuat liang persembunyian, dan juga yang membuat lubang jebakan di tanah. Banyak jenisnya yang bertubuh besar, seperti tarantula dan juga lancah maung.
  • Araneomorphae adalah kelompok laba-laba ‘modern’. Kebanyakan laba-laba yang kita temui termasuk ke dalam subordo ini, mengingat bahwa anggotanya terdiri dari 95 suku dan mencakup kurang lebih 94% dari jumlah spesies laba-laba. Taring dari kelompok ini mengarah agak miring ke depan (dan bukan tegak seperti pada kelompok tarantula) dan digerakkan berlawanan arah seperti capit dalam menggigit mangsanya.

RAHASIA DARI LABAH - LABAH

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar